Destinasi: Pulau Komodo

Saya pernah menjadi di antara peserta Pertukaran Pelajar (student exchange) Indonesia – Australia di Darwin, Northern Territory, selama sejumlah saat pada 2006 lalu. Kami, semua peserta, memiliki dua tujuan utama sekitar disana: menikmati serta mempelajari kebiasaan lokal orang Australia, dan mengenalkan Indonesia untuk mereka bahwa Indonesia ialah bangsa dengan ciri khas yang unik, masyarakat yang ramah, makanan yang lezat, alam yang indah, dan sebagainya. It was a tough mission. Yang membuatnya lebih sulit ialah setiap kali saya mengenalkan diri dan menuliskan bahwa saya berasal dari Indonesia, pertanyaan yang sangat sering terbit adalah: “Ah, Indonesia. Which part of Bali is that?” Jleb.

Sejak itu, saya berkomitmen untuk mengerjakan satu hal: memberitahu dunia bahwa Indonesia tidak saja Bali. Tentu saja ini tidak gampang. Jika tidak sedikit warga Indonesia sendiri tidak tidak sedikit tahu tentang tujuan wisata di samping Bali, bagaimana barangkali misi mengenalkan Indonesia yang lebih utuh untuk dunia dapat tercapai? Saya percaya, tujuan ini mesti dibuka dari dalam, yaitu dari 240 juta orang Indonesia sendiri.

Lima tahun terakhir saya habiskan dengan lompat dari satu tujuan ke tujuan lainnya di Indonesia. Di tengah-tengah masa-masa kuliah, ujian, skripsi sampai pekerjaan kantor, saya terus berjuang mencuri waktu guna mengeksplor nusantara. It wasn’t easy. Penyebabnya sekian banyak hal, mulai dari mahalnya ongkos transportasi di wilayah pelosok, waktu embarkasi yang tak menentu, akses yang sulit, dan sebagainya. Meskipun begitu, tidak terdapat satu tujuan pun yang saya sesalkan. Begitu tidak sedikit hal spektakuler yang ditawarkan oleh nusantara. Saya menyaksikan konsep traveling di Indonesia tidak saja alam yang estetis dan enak difoto saja. Kita punya lebih dari itu, yaitu orisinalitas, makanan, ritual adat, pasir putih, kekayaan soft coral, atau sekadar anjuran minum kopi dan santap pisang goreng di rumah warga lokal. Inilah https://qq998slot.com/judi-bola nilai-nilai ekstra yang saya maksud. Ini yang menciptakan traveling di Indonesia tidak pernah menjadi sesuatu yang usang.

Dari sekian tidak sedikit destinasi khayalan saya, Pulau Komodo terdapat di susunan teratas. Kenapa? Alasannya sederhana, bila dunia saja mengakui Pulau Komodo dengan dengan komodo-nya sebagai di antara dari tujuh keganjilan dunia, maka tidak ada dalil untuk saya, sebagai orang Indonesia, guna tidak mendatangi Pulau Komodo. Cita-cita ini lantas terwujud melewati sebuah kampanye Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dinamakan: Indonesia Travellers.

Indonesia Travellers ialah sebuah program dimana Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggali dan menyeleksi lima kesebelasan yang akan diantarkan ke lima destinasi bertolak belakang di Indonesia: Pulau Weh, Derawan,Wakatobi, Raja Ampat dan Taman Nasional Komodo. Lima kesebelasan ini dipecah atas empat kategori: adventurer, videographer, fotografer dan blogger. Setiap kesebelasan akan mengerjakan perjalanan sekitar 5 hari dan lantas mendokumentasikan hasil perjalanan mereka dalam format foto, artikel dan video. Tujuan dari program ini ialah mempromosikan kelima tujuan di atas. Saya terpilih sebagai salah satu adventurer yang (beruntungnya!) dikirim ke Taman Nasional Komodo. Apa yang lebih membahagiakan dari cita-cita yang terwujud?

Baca juga : Peremainan Tembak Ikan Terbaru dari Provider Joker

Setelah semua agents (ini sebutan untuk seluruh yang terpilih) diserahkan pelatihan ekstensif sekitar 3 hari oleh semua juri yang terdiri dari Riyanni Djangkaru, Jerry Aurum, Cahyo Alkantana, dan Marischka Prudence, semua agents diberangkatkan ke tujuan masing-masing pada Senin, 12 November. Tim Komodo, mendarat di Labuan Bajo pada pada Pukul 12.05 WITA. Dari sini, perjalanan dilanjutkan dengan kapal. Yup, kami mengerjakan sailing, islands hopping, dan diving sekitar 3 hari! Ah, alangkah menyenangkannya. Sebab, teknik terbaik guna mengeksplor Taman Nasional Komodo ialah dengan LOB (Live on Board)!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *